Problema Pilot Ab Initio

Problema Pilot Ab Initio

 

Profesi sebagai pilot memang cukup bergengsi. Dengan iming-iming gaji besar, tak ayal banyak yang ingin menjadi pilot dan mengikuti pendidikan dengan biaya yang cukup mahal.

Namun apa yang diharapkan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Dikabarkan ribuan Pilot Ab Initio banyak yang nganggur atau belum mendapatkan pekerjaan.

Melihat fenomena ini, Kementerian Perhubungan berencana melakukan moratorium penerimaan siswa penerbang untuk menekan angka pengangguran pilot. juga akan menerapkan syarat baru penerimaan siswa sekolah pilot menjadi sarjana atau diploma IV. Selain itu, juga akan menyatukan sekolah-sekolah pilot swasta. Usia pesawat latih juga akan dibatasi, sehingga bisa mengurangi jumlah sekolah penerbangan di Indonesia.

Berikut adalah kemungkinan beberapa penyebabnya, antara lain :

  • Kualitas Pilot Ab Initio yang tidak standar.
  • Pilot kurang maksimal dalam mempertahankan kapabilitas pribadinya.
  • Kualitas dan kuantitas instuktur penerbang yang minim.
  • Manajemen sekbang tidak patuh pada ketentuan standar Ditjenhubud (cenderung mengurangi kurikulum jam terbang siswa).
  • Ada “kompromi terselubung” antara penyelenggara sekolah penerbang dengan oknum regulator untuk mengatrol nilai kelulusan Pilot.
  • Maskapai lebih suka “sewa” pilot asing (meskipun mahal tapi siap pakai).
  • Moda transportasi antar pulau berupa pesawat terbang amphibi belum dikampanyekan.
  • Kemampuan finansial propinsi/kabupaten untuk mendirikan maskapai lokal belum dimanfaatkan.

Hal lain yang cukup memberatkan sekolah penerbangan di Indonesia dan membutuhkan dukungan pemerintah adalah :

  • Besarnya Pajak Import Pesawat dan Suku Cadang (Ketentuan Menkeu belum mendukung efisiensi biaya kegiatan sekolah pilot).
  • Belum dilibatkannya PTDI dalam penciptaan moda transportasi antar pulau.
  • DPR sebagai intitusi legislatif belum diberdayakan secara optimal.
  • Asosiasi Pilot Nasional belum diberdayakan.
  • Indonesia Aviation Watch belum diberdayakan.
  • Belum ada Persatuan Orang Tua Siswa Sekbang.

Solusi jangka pendek yang perlu dilakukan oleh Ditjenhubud adalah membentuk Lembaga Profisiensi Pilot (khusus untuk Ab Initio). Organisasinya antara lain berisikan, Staf Ditjenbubud, Instruktur Pilot (IP) yang kapabel (Jumlahnya mencukupi dan honor IP yang pantas, agar tidak mudah “lari”), Asosiasi Pilot Nasional, serta Indonesia Aviation Watch.

Akan lebih baik lagi jika bisa diupayakan simulator pesawat khusus untuk Ab Initio, yang jenisnya sesuai dengan ketentuan Ditjenhubud/Sekbang dan diharapkan peralatan simulator sudah bisa diproduksi di dalam negeri. (Abdul Mukti, MBA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *